Oleh: xmulyono | Juni 9, 2008

Tugas Kelompok Ir. Moh. Adriyanto, MSM

MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

                  Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan  ini berkembang dengan pesat, sehingga hal ini mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi yang lain  diantaranya melalui jaringan internet.

                  Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Berbagai cara telah dikenalkan serta digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM) dengan harapan pengajaran guru akan lebih berkesan  dan pembelajaran bagi murid akan lebih bermakna. Teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga mutu pendidikan seiring dengan  perkembangan teknologi.

                  Perkembangan teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan lain-lain. Multimedia juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehinggga mendapatkan hasil yang maksimal. Demikian juga bagi pelajar, dengan multimedia diharapkan mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi, karena tidak terfokus pada teks dari buku. Kemampuan teknologi multimedia yang telah terhubung internet akan semakin menambah kemudahan dalam mendapatkan informasi  untuk kepentingan pembelajaran.

                  Kondisi di SMP Yayasan Pupuk Kaltim dalam mengikuti perkembangan teknologi multimedia mengalami tahapan-tahapan permasalahan. Secara umum masalah awalnya adalah mengenai sarananya semisal LCD, OHP, TV, Komputer berjaringan, Internet dan DVD . Permasalahan awal telah terselesaikan munculah permasalahan berikutnya dari sisi pengunanya yaitu Bapak/Ibu guru belum siap untuk mengikuti perkembangan teknologi multimedia ini. Sebenarnya multimedia pembelajaran ini tidak hanya peralatan elektronik yang telah disebutkan diatas, jika Bapak/Ibu guru mau berusaha keras untuk memanfaatkan apa yang ada dilingkungannya untuk bahan atau alat yang dapat membantu dalam proses pembelajaran itu sudah cukup dikatakan mengikuti perkembangan teknologi multimedia pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

      Baca Lanjutannya…

Oleh: xmulyono | Mei 30, 2008

Pendidikan Nasional yang bermoral

Pendidikan Nasional yang bermoral

Artikel: Oleh Amirul Mukminin

Memang harus kita akui ada diantara (oknum) generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi sudah merambah dunia kampus (masih ingat kematian seorang mahasiswa di Universitas Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian didalam kampus). Atau kita jarang (atau belum pernah) melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat. Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang – menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita?

Baca Lanjutannya…

Oleh: xmulyono | Mei 29, 2008

Revolusi Pendidikan

Revolusi Pendidikan di Indonesia, mungkinkah terjadi ?

Penulis: Hernowo
Saya baru saja selesai membaca buku karya seorang doktor pendidikan asal Thailand. Buku itu tipis dan ditulis dengan gaya tulis yang populer. Di buku itu, saya dapati juga gambar-gambar yang mempertegas uraian si penulis. Judul buku itu, pada awalnya cukup mengagetkan saya, Belajar dari Monyet (2002).

Terus terang, sebelum membeli dan kemudian membacanya, saya agak tersinggung dengan judul buku itu. “Kok, saya, sebagai manusia, sepertinya disuruh belajar kepada monyet,” batin saya. Padahal, tidak ada masalah ‘kan belajar kepada apa saja, termasuk kepada seekor binatang?

Namun, sekali lagi, tidak mudah menyingkirkan perasaan tersinggung itu. Apalagi bila kita benar-benar mengalami secara konkret dan langsung hal-hal itu. Mungkin selama ini, secara tidak konkret (abstrak), atau dalam bentuk teori, kita merasa tidak tersinggung saat dianjurkan untuk belajar kepada siapa dan apa saja. Begitu kita mengalami secara konkret, barulah perasaan ketersinggungan itu muncul.
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori